A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

Kawanan Gajah Rusak 25 Hektare Kebun Sawit di Aceh Barat

Kawanan Gajah Rusak 25 Hektare Kebun Sawit di Aceh Barat

Minggu, 14 Oktober 2018 20:01:31 Ikhwanul Farissa

(Foto Ilustrasi/ANTARA FOTO)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mencatat lebih 25 hektare kebun kelapa sawit milik warga telah dirusak kawanan gajah sumatera yang melintasi kawasan pedalaman setempat.

"Kami belum tahu berapa hektare luas sebenarnya yang di rusak oleh kawanan gajah, karena itu butuh info yang akurat dari pemilik kebun. Sedangkan yang di Pante Ceureumen, jelas sudah 25 hektare dari empat orang pemiliknya yaitu Pak Amren, Pak Hasyem, Tgk Balu dan Keuchik Wadi," kata Kabid Kebersihan dan Konservasi Lingkungan DLH Aceh Barat, Bos Ariadi Muis di Meulaboh, Sabtu (30/6/18).

Sebelumnya, warga dari wilayah Desa Pulo Tengoh, Kecamatan Pante Cereumen dan Desa Sibintang, Kecamatan Panton Reu, melaporkan telah merugi akibat amukan gajah liar sehingga hampir 40 hektare perkebunan sawit mereka telah hancur porak poranda.

Bos Ariadi menyampaikan, pihaknya bersama tim Conservation Respon Unit (CRU) Alu Kuyun Sabtu, (30/6) malam, baru keluar dari kawasan hutan Gampong/ Desa Pulo Tengoh, Kecamatan Pante Ceureumen.

Ini adalah Foto-foto Gajah Jinak Di kawasan Conservation Respon Unit (CRU) Alu Kuyun Kecamatan Woyla Timur.

 

Gajah Betina di Kawasan CRU Alue Kuyun Woyla Tiimur ini Sedang Hamil

Bos Ariadi memperlihatkan kotoran gajah jinak kawasan CRU Alue Kuyun

"Ini kami bersama tim CRU Alue Kuyun baru keluar dari hutan. Dampak ganguan gajah liar di Gampong Sibintang Panton Reu belum dapat kami inventaris luas lahan pertanian masyarakat yang dirusak oleh gajah liar tersebut, namun tanaman sawit yang dilalui hancur semua," jelasnya.

Untuk mengusir kawanan gajah yang melintasi perkebunan sawit warga, Ariadi mengatakan timnya melakukan pengusiran dengan meledakkan petasan dari jarak jauh. Hal itu dilakukan demi menjauhkan pergerakan kawanan gajah dari kebun dan pemukiman.

Sedangkan di kawasan Gampong Pulo Tengoh Pante Ceureumen, kerusakan lahan pertanian khususnya sawit mencapai 25 hektare dengan umur tanaman 2 sampai 3,5 tahun setelah tanam, kondisi di lapangan semua batang sawit tercabut dan tidak bisa ditanam kembali.

"Kita masih terus memantau dan patroli. Alat bantu yang kita gunakan untuk mengusir gajah saat ini yaitu mercon. Semoga gangguan gajah liar ini tidak berlanjut dan meluas ke daerah lain sehingga masyarakat dapat menjadi aman,” ujarnya menutup perbincangan.

Note: Berita ini sudah pernah diterbitkan di media online CNN Indonesia;

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180630224634-20-310432/kawanan-gajah-rusak-25-hektare-kebun-sawit-di-aceh