A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 126

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Guest_onlines.php

Line Number: 138

Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Bentuk Kampung Iklim Di Leuken Tahun 2018

Tim Program Kampung Iklim (Proklim) Aceh Barat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan Pembinaan/Pembentukan Kampung Iklim, Jumat (21/12/2018) pukul 14.30 WIB. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Bola Gampong Leuken Kecamatan Samatiga yang dibuka secara resmi oleh Kepala DLH Kab. Aceh Barat Mulyadi, S.Hut. Dihadiri oleh Unsur Kecamatan, Aparatur Gampong dan warga Leuken, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, hingga unsur Muspika.

Dalam sambutannya, Mulyadi, S. Hut menyampaikan “Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program kerja berlingkup nasional yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan RI, sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 2013. Tujuannya, mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca yang dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

“Akan ada Penghargaan ProKlim dari pusat yang dianugerahkan kepada daerah-daerah yang mampu menerapkan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di tingkat lokal”, ujar Mulyadi.

Mulyadi, S. Hut menyampaikan Sambutannya.

Untuk itu harap Mulyadi, masyarakat gampong Leuken terus untuk berpartisipasi dalam ProKlim melakukan upaya adaptasi dan mitigasi secara berkesinambungan.

Disamping itu, Mulyadi juga mengatakan, dalam kegiatan ini masyarakat diberi pembinaan bagaimana memanfaatkan potensi, sumber daya alam serta barang-barang bekas yang ada di sekitar lingkungan menjadi bernilai ekonomi. Seperti dengan adanya Bank Sampah (Waste Bank) dimana sampah rumah tangga dipilah ke dua kelompok yaitu sampah organik (basah) dan sampah non-organik (kering). Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah non-organik kemudian dipilah menjadi plastik, kertas, botol dan logam.

“Seperti halnya sebuah bank, kita bisa membuka rekening di sebuah Bank Sampah. Secara berkala, kita bisa mengisi tabungan kita dengan sampah non-organik yang ditimbang dan diberi nilai ekonomi, sesuai harga yang sudah ditentukan oleh para pengepul. Nilai ini ditabung, dan bisa ditarik sewaktu-waktu. Di manapun tempatnya, prinsip-prinsip dasar bank sampah tetap sama: untuk menyimpan sampah, untuk menabung, untuk menghasilkan uang, untuk mengubah perilaku dan menjaga kebersihan”. Ucap Mulyadi antusias kepada warga.   

Pada kesempatan ini juga menghadirkan 1 (satu) Fasilitator/Narasumber pembinaan dari staf Khusus Setdakab Aceh Barat yaitu Bapak  Ir. Drs. H. Asnan Lubis. Asnan mengatakan, sosialisasi dan pembentukan kampung iklim sangat baik untuk dilaksanakan, untuk itu dapat ditindaklanjuti oleh  semua pihak untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim Sehingga bentuk program seperti Kampung Iklim ini betul-betul terasa hasilnya.

Menurut Asnan, Gampong Leuken memiliki potensi dan banyak kearifan lokal yang dapat menunjang Pelaksanaan ProKlim. Untuk  itu sangat dibutuhkan masyarakat bekerja bakti atau gotong royong dan bagaimana cara berinteraksi, komunikasi, dan membahas persoalan di wilayah tempat tinggal sehingga bisa diselesaikan bersama”.

Ir. Drs. H. Asnan Lubis menyampaikan arahan dan materinya.

Asnan menambahkan budaya bangsa seperti gotong royong dan kerja bakti yang hampir punah di masyarakat terutama daerah perkotaan, harus ditumbuhkan kembali.

Disamping itu, beliau juga mengharapkan agar masyarakat gampong Leuken terus mendukung berbagai upaya dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah saat ini, karena akan memberikan dampak yang positif, baik itu secara ekonomi maupun terkait lingkungan sekitar.

Masyarakat Gampong Leuken, Kecamatan Samatiga, amat menyambut baik pelaksanaan Pembinaan/Pembentukan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2018, yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat. Betapa tidak, DLH Aceh Barat memfasilitasi berbagai sarana yang mendukung Proklim seperti:

  1. Pengadaan tanaman (tanaman penghijauan dan tanaman buah-buahan) sebanyak 241 batang.
  2. Pengadaan tanaman apotek hidup sebanyak 110 batang.
  3. Pengadaan pupuk kandang (1.200 Kg).
  4. Pagar tanaman penghijauan ( ± 80 unit), dan pagar apotek hidup.
  5. Pengadaan alat komposter ( 3 unit) dan bahan kompos.
  6. Upah penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Penanaman  Bibit Penghijauan Secara Simbolis oleh Kepala DLH.

Bibit dan Pagar tanaman yang diberikan oleh DLH.

Bibit dan Pagar tanaman yang diberikan oleh DLH.

Masyarakat berharap dengan adanya Pembentukan Kampung Iklim di kampung mereka, lingkungan gampong dapat terjaga dengan baik, bersih, asri,  teduh, indah dan nyaman. Dari situ kami sebagai warga tergerak untuk membangun desa ini,” ungkap para  warga. (tim Proklim/IF)